Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

Puisi_SELARIK ASA DI AWAL INDONESIA

SELARIK ASA DI AWAL INDONESIA   Sidang perdana kuatkan langkah Mengawal sang nahkoda ke medan samodera menggenggam erat   pustaka konstitusi bebas melenggang memutar haluan asmaraloka Kebebasan menjadi selendang menari indah di nusantara                 Mentari bersinar tanda tlah datang                 Percik nestapa musnah ditelan sang dayu                 Berganti musim gembala negeri menghela cemeti                 Mengakhiri serigala putih yang ingin mmemangsa                 Kekuasaan abadi menjadi milik persada Berbekal daerah yang telah menghamba Sejak ribuan tahun menjadi benteng penjaga Tegaknya sang saka di katulistiwa Bertutur sama dengan bahasa ibunda Menggema indah di gendang telinga Meneguk air susu yang menghampar di perut pertiwi                                                                                     Workh From Home Purihandayani, 22 Januari 2021  

PUISI_SECARIK KERTAS PROKLAMASI

  SECARIK KERTAS PROKLAMASI     Sepenggal kisah di awal mentari Berderap kaki menembus dinginnya pagi Sesuap nasi goreng bekal di kala sahur Menyisipkan semangat tuk terus berjuang                 Sebait kalimat pertanda merdeka                 Harus terukir sebagai jimat                 Enyahkan sang angkara dari bumi persada                 Mengusir Belanda tuk segera berpulang Bung Karno memegang pena merenda ucap Kalimat meluncur di bibir Bung Hatta Takragu persembahkan dharma bakti mulia Persiapkan upacara merangkai kemerdekaan                 Ikrar kebebasan pernyataan bangsa sejati                 Pemindahan kekuasaan dari tangan asing                 Indonesia lahir menopang sendiri                 mahir berdiri sama berasa dengan sahabat Sang pemuda relakan nama demi ibunda Fajar menyingsing menjemput daulat Selagi sempat gegas bergerak Jikalau lambat nestapa erat membelenggu                                                   

Puisi: POLITIK ETISH

  POLITIK ETISH   Ketika balas budi dianggap berarti Pantang malu selama ini Takenggan mengambil semesta Hak pribumi bukan semata                 Ada udang di balik batu                 Menentang jaman bukan khayalan                   Kebebasan menjadi alasan                 Tuk mengganti yang telah direnggut Kekayaan alam telah berkarung Di bawa berlabuh ke negeri seberang Keuntungan telah berlimpah Banyak berpundi membangun negeri                 Nusantara telah mengabdi                 Van de Venter coba memantik                 Mengetuk hati tuk membalas budi                 Ingatkan kembali asal hakiki                                                                                                                       Purihandayani, 21 Januari 2021